Hendra Jatmika Pristiwa

Music Is My Passion, While Excellence Is My Priority

Rootless Chord Voicing: Pengenalan Teknik Dasar Untuk Pemula (Podcast)

Selama hampir dua tahun, Saya tidak pernah membuat dan memposting podcast baru. Podcast yang terakhir Saya bagikan adalah podcast tentang Kapo untuk Gitar pada November 2015. Kali ini Saya akan kembali membagikan sebuah podcast. Isinya mengenai Rootless Chord Voicing.
Sebagai informasi, ‘rootless chord voicing’ ini perlu dimainkan oleh pemain Piano atau Keyboard ketika bermain dalam Band. Secara harfiah, ‘root’ berarti akar atau sumber. Sedangkan ‘rootless’ berarti tanpa akar atau tanpa sumber. Dalam musik, ‘root’ bermakna sebagai dasar atau nada pertama yang membentuk sebuah ‘chord’. Sementara ‘rootless’ berarti meniadakan atau menghilangkan nada pertama dalam suatu ‘chord’.
Bayangkan jika pemain Piano atau Keyboard di suatu Band memainkan ‘chord’ seperti biasa (bukan ‘rootless’), sedangkan dalam sebuah Band tentu terdapat juga pemain Bass. Tentu suara yang dihasilkan akan terdengar terlalu ramai atau gaduh. Hal ini pastinya berbeda jika pemain Piano atau Keyboard tersebut bermain solo. Itulah alasan perlunya menggunakan ‘rootless chord voicing’ ketika bermain Piano atau Keyboard dalam sebuah Band.
Saya akan membagi ‘rootless chord voicing’ ke dalam dua tipe. Sebenarnya pembagian ini bukan pembagian yang baku dan wajib diikuti. Namun Saya membuat pembagian ini dalam bentuk rumus untuk mempermudah teman-teman yang baru ingin mempelajari ‘rootless chord voicing’ dan berlatih memainkannya. Tipe pertama adalah tipe A, terdiri atas nada ketiga, kelima, ketujuh, serta kesembilan dari ‘root’. Sedangkan tipe B terdiri atas nada ketujuh, kesembilan, ketiga, serta kelima dari ‘root’. Nada pertama yang merupakan ‘root’ atau akar dihilangkan dari ‘chord’ yang dimainkan tersebut. Sehingga harmoni yang dihasilkan menjadi ‘rootless chord voicing’. Dengan menghilangkan ‘root’ pada sebuah ‘chord’, membuat tangan pemain lebih leluasa menambah dan memainkan nada lain yaitu nada kesembilan ke dalam ‘rootless chord’ dan terbentuklah ‘chord’ major tujuh sembilan. Rumus ini tidak hanya berlaku pada ‘chord’ major tetapi juga pada ‘chord’ minor.
Untuk memperoleh penjelasan lebih rinci beserta contohnya, teman-teman dapat mendengarkan podcast tentang ‘rootless chord voicing’ yang telah Saya buat. Selamat mendengarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 9 = 1

Hendra Jatmika Pristiwa © 2016