Hendra Jatmika Pristiwa

Music Is My Passion, While Excellence Is My Priority

Komunitas Sahabat Difabel: Membuat Jatuh Hati Karena Bekerja Dengan Hati

Tanggal 26 hingga 31 Desember 2016 merupakan hari-hari yang istimewa bagi Saya. Selama kurang lebih enam hari lima malam, Saya berkesempatan mengikuti sebuah acara menarik. Di tengah banyaknya isu dan provokasi untuk memecah-belah kerukunan antar umat beragama di Indonesia, diselenggarakanlah suatu kegiatan yang melibatkan orang-orang dari berbagai Agama. Teman-teman disabilitas juga turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di Bandungan, sebuah tempat yang berlokasi di wilayah Semarang tersebut. Itulah awal perkenalan Saya dengan Komunitas Sahabat Difabel (KSD).
Dalam acara di Bandungan itu, Saya berkenalan dengan Ibu Noviana Dibyantari (Ibu Novi). Beliau adalah salah satu dari empat pendiri Komunitas Sahabat Difabel yang juga merupakan ketua KSD. Saya juga berkenalan dengan teman-teman lain yang juga tergabung di KSD. Salah satu hal paling berkesan menurut Saya mengenai Komunitas Sahabat Difabel ini adalah keragaman dan kekompakan di dalam komunitas tersebut. Para pengurus berasal dari berbagai latar belakang, ada yang merupakan penyandang disabilitas, orang tua dari anak dengan disabilitas, hingga yang hanya ‘terpanggil’ untuk melakukan sesuatu bagi para disabilitas. Anggotanya juga terdiri atas berbagai jenis disabilitas dari segala umur dan latar belakang pendidikan serta pekerjaan. Mereka selalu bahu-membahu untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan dan bekerja sama dengan komunitas-komunitas disabilitas lainnya hingga pihak-pihak lain seperti pemerintah dan suasta.
Setelah mendengar banyak cerita mengenai Komunitas Sahabat Difabel, Saya diajak untuk terlibat dalam kegiatan yang Mereka selenggarakan. Saya merasa senang dapat turut serta untuk membagikan apa yang Saya miliki dan Saya melakukannya dengan sepenuh hati. Akhirnya, pada 27 Maret 2017, Saya berangkat ke semarang untuk mengisi workshop tentang musik bersama Ajay, seorang teman Saya yang sama-sama tinggal di Bandung. Saya juga sedikit menceritakan pengalaman Saya sebagai penata musik dan musisi yang Saya harap dapat memberi semangat dan motivasi kepada para peserta workshop yang umumnya masih berusia muda. Acara tersebut diadakan di Roemah D, sebutan untuk ‘base camp’ KSD yang beralamat di Jl. MT. Haryono No. 266, Semarang. Di tempat tersebut banyak diadakan berbagai kegiatan dan pelatihan untuk para anggota komunitas Mereka.
Tidak berhenti di situ, pada 8 April 2017, Saya kembali terlibat dalam kegiatan yang diinisiasi oleh KSD. Kegiatan tersebut adalah Konser Inklusi Dalam kegiatan tersebut ditampilkan berbagai pertunjukan yang dilakukan oleh penyandang disabilitas dari berbagai jenis disabilitas serta kolaborasi beberapa jenis disabilitas dalam satu pertunjukan. Beberapa di antaranya adalah penampilan yang menurut hampir semua orang tentu mustahil dilakukan oleh jenis disabilitas tertentu. Misalnya tarian yang dilakukan oleh tunanetra, pembacaan puisi oleh tunarungu, serta penampilan Allafta Hirzi (Zizi), yang bernyanyi sambil bermain Piano. Ia adalah seorang anak yang menyandang Multiple Disabilities With Visual Impairment (MDVI), yaitu kondisi tunanetra yang sekaligus memiliki disabilitas lain. Selain itu, ditampilkan juga kolaborasi Saya yang bermain Piano dan mengiringi paduan suara siswa-siswi Sekolah Karangturi. Meskipun terlihat mustahil, pada kenyataannya penampilan-penampilan tersebut dapat terwujud di konser inklusi. Sebagai contoh, tunanetra yang sangat berpeluang kehilangan orientasi arah saat menari di atas panggung, ternyata tetap bisa menari dengan baik dengan arah yang tepat.
Menyaksikan setiap hal yang dilakukan oleh para pengurus serta anggota KSD yang selalu dilakukan dengan hati, membuat Saya sangat jatuh hati dengan Komunitas Sahabat Difabel ini. Saya yakin KSD akan selalu ada di hati teman-teman disabilitas khususnya yang berada di Semarang dan sekitarnya, keluarga, teman-teman, pihak-pihak terkait, bahkan masyarakat umum yang telah mellihat kiprah nyata KSD. Selamat ulang tahun yang ke-tiga untuk KSD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 32 = 35

Hendra Jatmika Pristiwa © 2016