Hendra Jatmika Pristiwa

Music Is My Passion, While Excellence Is My Priority

About Me

Nama Saya Hendra Jatmika Pristiwa. Saya terlahir sebagai seorang tunanetra. Sejak berusia tujuh tahun, Paman Saya telah memperkenalkan musik kepada Saya. Alat musik yang pertama kali Saya pelajari adalah gitar. Sejak saat itu pula, Saya mulai menyukai dunia musik. Saya sering mengikuti lomba-lomba di bidang musik, mulai dari yang berskala kecil, yaitu yang diselenggarakan di lingkungan sekitar rumah.

Meskipun tunanetra, Saya tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai penghalang untuk tetap mengejar cita-cita. Saya menempuh pendidikan di Sekolah Dasar umum, bersama dengan teman-teman nondisabilitas. Hal ini membuat Saya dapat bersosialisasi dengan baik, serta mampu berkompetisi dan berprestasi dengan banyak orang. Kemudian, Saya melanjutkan sekolah di Sekolah Luar Biasa, tujuannya untuk melatih kemandirian, kemampuan orientasi dan mobilitas, serta berbagai kemampuan lain yang belum Saya peroleh selama bersekolah di sekolah umum.

Saya mulai bermain musik secara profesional sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Saya mulai sering bermain musik di kafe-kafe bersama dengan teman-teman nondisabilitas. Saya juga mulai belajar mengembangkan kemampuan dalam bermusik, dengan mempelajari berbagai jenis alat musik lain, seperti drum, bass, piano, dan sebagainya. Namun, ternyata Saya paling menyukai dan menguasai piano dibandingkan dengan instrumen lainnya hingga sekarang. Itulah sebabnya, Saya juga dikenal dengan nama “Hendra Piano Man”.

Setelah lulus sekolah, Saya semakin ingin memperdalam pengetahuan di bidang musik. Akhirnya, Saya pun mendaftar di jurusan Pendidikan Seni Musik, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), yang sekarang bernama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Saya berhasil menjadi mahasiswa tunanetra pertama di jurusan tersebut, dengan usaha yang cukup keras. Selama menempuh perkuliahan, Saya semakin sering bermain musik di berbagai tempat. Saya juga mulai mengenal dunia rekaman dan beberapa kali bermain musik untuk kepentingan rekaman musisi lain yang sudah terkenal. Meskipun saat itu nama Saya tidak dicantumkan dalam lagu yang turut Saya kerjakan, namun Saya banyak belajar berbagai teknik dan jenis musik melalui cara itu.

Sejak tahun 2000’an, Saya mulai mengenal komputer beserta dengan program pembaca layar yang sangat membantu tunanetra dalam mengoperasikan komputer. Selanjutnya, Saya juga mulai mengenal berbagai perangkat keras dan lunak yang dapat digunakan untuk melakukan proses rekaman secara digital. Setelah mempelajarinya sendiri dalam waktu sekitar dua tahun, sejak tahun 2002, Saya mulai mencoba membuat musik digital dengan peralatan yang masih sangat minim. Lambat-laun, kemampuan Saya dalam bidang musik digital semakin bertambah. Saya juga mulai mampu membeli berbagai perangkat pendukung yang dapat menjadikan Saya lebih profesional lagi. Berbekal kemampuan bermain musik dan pengetahuan tentang teknologi yang selalu Saya kembangkan, Saya berhasil membuat studio rumahan dan memproduksi berbagai jenis musik.

Hingga saat ini, Saya sudah mengerjakan banyak aransemen, menciptakan lagu, membuat jingle, ilustrasi musik, kabaret, bahkan menjadi trainer musik digital. Saya memiliki berbagai jenis alat musik seperti Piano Elektrik, Keyboard, Gitar, Bas, Biola, Saxophone, Kahon, Mandolin, bahkan alat musik tradisional seperti Ukulele dan Seruling Sunda. Tidak hanya itu, Saya juga memiliki banyak perangkat lunak untuk rekaman, serta berbagai perangkat keras seperti Microphone, Headphone, Sound Card, dan lain-lain yang memang dibuat khusus untuk arranger profesional.

 

My name is Hendra Jatmika Pristiwa. I’m blind since I was born. My uncle introduced music to Me when I was 7 years old. The first instrument that I learned was Guitar. Since that time, I liked music very much. I often joint the music contest, even it was started from the smallest scope.

Though I’m blind, it’s not being an obstacle to reach My dream. I studied in the public Elementary School with non-disabled students. It helped Me able to socialize well, had a good achievement, and also able to compete with many people. I continued My study at the School for the Blind. The purpose was to learn about orientation and mobility, independency, and other ability which haven’t been learned in the previous school.

I started to play music professionally when I was in Senior Highschool. I was playing music in some cafes with My non-disabled friends. I also tried to increase my musical capability by learn some new instruments, such as Drum, Bass, Piano, etc. But, actually I more master and prefer piano than any other instruments until now. That’s why, I also known as “Hendra Piano Man”.

After graduated from Highschool, I more wanted to broaden My musical knowledge. Then, I decided to study in the Musical Education program, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) as known as Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) in Bandung. I succeed being the first visually-impaired student there, of course with My hard effort. During My study, I became more often playing music regularly in several places. At that time, I also familiar with the recording and I was asked to play some instruments for the recording need of some famous musicians. Although I was not recognized as the instrument player in those songs, I got many experiences, such as new technique and musical genre easyly.

Since 2000, I began operate computer with screen reader, a software that helps blind using computer. I also found many hardwares and softwares which can be used to create a digital music recording. After learning autididactic for about two years, since 2002, I started produce some recordings with very standard equipments. Gradually, My musical ability was increasing. I completed My recording tools little by little, so that I could be more professional. Finally, I got a home studio, that already produced hundreds of musics, certainly because of My musical and technology knowledge which always expanded by Me.

Until now, I’ve made many arrangements, composed some songs, created jingles, music illustrations, cabaret, and also being a trainer for digital music recording. I have many instruments, such as Electric Piano, Keyboard, Guitar, Bass, Violin, Saxophone, Cajón, Mandolin, and some traditional instruments like Ukulele and Sundanese Whistle. Besides, I also have many software collections for recording and several hardwares such as headphone, microphone, sound card, that are specialized for professional arranger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

45 − = 36

Hendra Jatmika Pristiwa © 2016